EUPHORIA, Strategi Kampanye Lewat Tulisan

16 komentar

Awalnya, saya tidak tahu kalau ada sebuah organisasi bernama TKN PSL. Saya juga tidak tahu, mereka mengadakan acara yang diberi nama EUPHORIA. Sebuah pesan singkat yang masuk sore itu, yang meminta saya menjadi salah satu juri di EUPHORIA, membuat saya jadi paham siapa TKN PSL dan apa itu EUPHORIA.

TKN PSL dan EUPHORIA

TKN PSL singkatan dari Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut. Tim ini dibentuk berdasarkan Perpres No. 83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. Targetnya, TKN PSL dapat mengurangi 70% sampah laut di Indonesia pada tahun 2025. Tim ini diketuai langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dengan anggota dari berbagai Kementerian yang terkait.  Untuk selengkapnya, bisa dibaca di www.sampahlaut.id.

Nah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, sekaligus memperingati ulang tahun kemerdekaan RI, sekretariat TKN PSL mengadakan kegiatan EUPHORIA (Ending Plastic Pollution Through Comic and Writing Contest for A Better Indonesia). Dalam acara ini ada kompetisi penulisan cerpen untuk SD dan SMP, kompetisi penulisan essai untuk SMA dan mahasiswa, kompetisi komik untuk umum, serta webinar nasional bertema “Merdeka dari Sampah Plastik”. EUPHORIA berlangsung tanggal 9 Juli - 4 September 2021.

Ketika salah satu panitia meminta saya menjadi juri, saya senang, tetapi juga terbersit sedikit heran, dari mana panitia menemukan saya? O… rupanya mereka mendapat informasi dari internet. Menurut mereka, profil dan karya-karya saya cocok dengan kegiatan yang sedang mereka selenggarakan, terutama untuk lomba penulisan cerpen SD-SMP. Wah, dunia maya memang luar biasa, ya! Saya jadi merasa tidak enak karena selama ini belum menggunakan internet, terutama media sosial, dengan maksimal untuk “menjual diri”.

Membangkitkan Kenangan

Menjadi juri lomba cerpen membuat saya terkenang dengan pekerjaan saya beberapa tahun lalu. Saat saya masih bekerja di Majalah Bobo, salah satu tugas yang sering saya lakukan adalah menjadi juri lomba menulis cerpen, lomba menulis dongeng, termasuk pemilihan karya tulis delegasi Konferensi Anak.

Saya jadi ingat, kalau sedang ada lomba cerpen, dongeng, atau Konferensi Anak, kolong meja kerja dipenuhi kardus berisi tumpukan naskah. Pesertanya bisa ratusan, bahkan lebih dari seribu! Nggak cukup sehari dua hari untuk membacanya. Apalagi, meskipun sedang menjuri, pekerjaan lain tetap jalan terus.  Apakah semua itu dibaca? Saya jamin, semua karya yang masuk dibaca oleh tim juri! Tetapi, tentu saja, kami punya trik-trik tertentu supaya tidak kepayahan membaca semua naskah itu. Di tahap awal, kami harus membaca cepat untuk menyisihkan karya-karya yang memang bernilai tinggi. Setelah terpilih nominasinya, barulah kami dalami dan kami diskusikan untuk menentukan pemenang. Paling seru tuh, kalau lagi diskusi tim juri. Kadang sudah berdebat seharian pun, pemenang belum terpilih, sampai kepala rasanya panas, haha…

Di lomba cerpen EUPHORIA tingkat SD-SMP kemarin, selain saya ada dua lagi anggota tim juri dari Kemdikbudristek dan KLH. Setelah membaca sendiri-sendiri naskah peserta yang dikirim oleh panitia, tim juri dibantu panitia berdiskusi lewat zoom meeting. Beruntung, nilai-nilai yang diajukan tim juri ini sejalan, jadi diskusi dan perdebatannya tidak perlu sampai seharian. Lalu, jreng-jreng…. terpilihlah para pemenang!

Menjadi Narasumber

Apakah keterlibatan saya dalam EUPHORIA selesai sampai di sini? Oho, ternyata tidak! Panitia meminta saya menjadi salah satu narasumber untuk pelatihan yang mereka adakan bagi para 10 besar pemenang. Saya diminta untuk berbicara tentang Menuangkan Ide Lewat Tulisan.

Hmm, saya jadi mengingat-ingat, kapan terakhir saya mengisi workshop untuk anak-anak? Ah, iya, sebelum pandemi! Waktu itu saya mengisi Workshop Menulis Komik dalam kegiatan Parent Teaching di sekolah anak saya. Dulu, waktu masih bekerja di Majalah Bobo, saya dan teman-teman sering memberikan pelatihan majalah dinding dan menulis cerita ke sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan kami. Kebayang serunya! Nah, kan, saya jadi terkenang kembali masa lalu, haha…

Di acara EUPHORIA ini, saya diminta mengisi pelatihan minggu kedua di kelas kepompong, kelas untuk para pemenang lomba cerpen SD-SMP. Selain saya, masih ada satu pembicara lagi, yaitu Pak Putu Fajar Arcana. Hei, seperti sering mendengar nama itu! Saya pun penasaran dan mencari di internet. Ya, kan … ya, kan … beliau ini jurnalis senior Harian Kompas. Beliau juga pemegang rubrik sastra di Kompas. Duh, jadi deg-degan! Rasanya pengalaman saya belum ada apa-apanya dibanding beliau.

Hari pelatihan pun tiba. Setelah acara pembukaan yang dipandu oleh Ibu Ariaty Dano dari Kemdikbudristek sebagai moderator, saya pun mulai berbicara tentang pentingnya menulis, unsur-unsur tulisan yang baik, bagaimana menulis isu lingkungan, rambu-rambu penulisan cerpen, dan tantangan saat menuliskan isu lingkungan dalam cerpen. Berikutnya, Pak Putu menjelaskan tentang cara sederhana untuk menulis cerpen, 5W 1H, juga tentang tips posting di media sosial.

Puji Tuhan, acara berjalan lancar. Peserta cukup antusias. Beberapa anak sempat bertanya pada saya dan Pak Putu. Waktu dua jam berjalan cepat tanpa terasa. Keren, lah. Sukses buat TKN PSL! Semoga Indonesia segera merdeka dari sampah plastik!

Foto-foto: dok, TKN PSL

Veronica W
Seorang penulis dan editor yang menyukai dunia anak-anak.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

16 komentar

  1. Bagus banget acaranya. Dengan menulis abak-anak pasti akan lebih memahami. Apalagi dilanjutkan dengan pelatihan, wah mantap banget.
    Semoga mereka bis amengaplikasikan ilmunya dengan baik dan komit dengan pelestarian lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Makasih, Bunda Dina. Anak-anak ini... dilihat dari hasil tulisan dan keterlibatan mereka saat pelatihan, terlihat semangat dan kecerdasan mereka. Saya juga berharap, mereka bisa mengaplikasikan ilmu dan terus menjaga lingkungan.

      Hapus
  2. saya cuma mau bilang, kapan buka kelas, mbak? pengen belajar nulis cerita anak nih. saya bener-bener awam pake banget. pokoknya, kalau ada kelas, tolong colek saya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa, belum ada rencana buka kelas, Mbak. Boleh kok, kita ngobrol-ngobrol di luar kelas aja, sambil jajan cilok di kantin, hihi...

      Hapus
  3. Keren banget mb!!

    Artikelnya nambah ilmu buat aku juga.

    Suksess terusss TKN PSL.

    Ya Allah.. Semoga Indonesia segera bebas sampah plastik! Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin. Makasih, Mbak Dini. Iya, saya juga berharap, kita bisa segera merdeka dari sampah plastik. Yuk, kita mulai dari kita sendiri dan keluarga ^^

      Hapus
  4. Terima kasih banyak Ibu, sudah berkenan menjadi Juri sekaligus Narasumber dalam acara EUPHORIA. Terima kasih juga untuk materinya yang sangat menginspirasi. Semoga bisa bermanfaat dan langsung diaplikasikan oleh adik-adik peserta EUPHORIA ya Bu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Sama-sama, Mbak Rizka. Senang, bisa berbagi di acara ini. Sukses buat TKN PSL!

      Hapus
  5. Wah seru banget kayanya acaranya dan bermanfaat. Bagus kalau anak sudah dikenalkan dengan dunia tulis menulis. Btw, keren jadi pembicara mbaa, selamat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mbak Rini. Baca tulisan anak-anak itu, kadang suka takjub sendiri. Idenya keren-keren, Mbak.

      Hapus
  6. Keren, mbak! Lewat tulisan Mbak Vero baru tahu ternyata ada acara sekece ini. Sukses terus untuk TKN PSL, EUPHORIA, dan Mbak Vero - Ami-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Makasih, Mbak. Iya, saya pun baru tahu ketika diminta menjuri ^^

      Hapus
  7. Keren dan bermanfaat banget ini acaranya. Keren banget sih anak-anaknya masih kecil sudah pandai menulis salut!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Bagus-bagus tulisan mereka. Ide-ide segar bermunculan.

      Hapus
  8. Yahh, aku nggak tahu infonya mbak Vero, tahu gitu Nailah ikutan juga lomba cerpennya sepertinya temanya menarik yaa.. Pasti happy banget anak-anak bisa dapat pelatihan menulis dari masternya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, sayang ya, padahal Nailah suka nulis. Saya pun tahunya ketika diminta jadi juri, Mbak. Semoga besok ada lagi kegiatan-kegiatan keren begini untuk anak dan remaja, yaaa...

      Hapus

Posting Komentar